akhlak
Logo Pengadilan Negeri Kota Madiun

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Pengadilan Negeri Kota Madiun

Jalan R.A. Kartini No. 7 Madiun. Telp. 0351 462055 Fax. 0351 452419

Email : pn.kotamadiun@yahoo.co.id Delegasi : delegasi.pnmadiun@gmail.com

Sistem Informasi Pengawasan MA-RIInfo TilangSpan Lapore-CourtSistem Informasi Penelusuran Perkara


Logo Artikel

SEJARAH PENGADILAN NEGERI MADIUN

Sejarah Pengadilan Negeri Kota Madiun

Kabupaten Madiun ditinjau dari pemerintahan yang sah, berdiri pada tanggal paro terang, bulan Muharram, tahun 1568 Masehi tepatnya jatuh pada hari Kamis Kliwon tanggal 18 Juli 1668/ Jumat Legi tanggal 15 Suro 1487 Be- Jawa Islam. Berawal pada masa kesultanan Demak, yang ditandai dengan perkawinan putra mahkota Demak, Pangeran Surya Patiunus dengan Raden Ayu Retno Lembah, Putri dari Pangeran Adipati Gugur yang berkuasa di Ngurawan, Dolopo.

Pusat pemerintahan dipindahkan dari Ngurawan ke desa Sogaten dengan nama baru Purabaya (sekarang Madiun). Pangeran Surya Patiunus menduduki kesultanan hingga tahun 1521 dan diteruskan oleh Kyai Rekso Gati (Sogaten = tempat Rekso Gati). Pangeran Timoer dilantik menjadi Bupati Purabaya tanggal 18 Juli 1568 dan pemerintahan berpusat di Sogaten. Sejak saat itu secara yuridis formal Kabupaten Purabaya menjadi suatu wilayah pemerintahan dibawah seorang Bupati dan berakhirlah pemerintahan pengawasan di Purabaya yang dipegang oleh Kyai Rekso Gati atas nama Demak dari tahun 1518 – 1568.

Pada tahun 1575 pusat pemerintahan dipindahkan dari Desa Sogaten ke Desa Wonorejo atau Kuncen,di kota Madiun sampai tahun 1590, selanjutnya pada tahun 1686, kekuasaan pemerintahan Kabupaten Purabaya diserahkan oleh Bupati Pangeran Timoer (Panembahan Ronggo Jumeno) kepada putrinya Raden Ayu Retno Dumilah. Bupati inilah selaku Senopati Manggalaning Perang yang memimpin prajurit prajurit Mancanegara Timur. Pada tahun 1686 dan 1590 Mataram melakukan penyerangan ke Purabaya dengan Mataram menderita kekalahan berat.

Pada tahun 1590, dengan berpura pura takluk, Mataram menyerang pusat istana Kabupaten Purabaya yang hanya dipertahankan oleh Raden Ayu Retno Dumilah dengan sejumlah kecil pengawalnya. Perang tanding terjadi antara Sutowidjoyo dengan Raden Ayu Retno Dumilah dilakukan disekitar sendang didekat Istana Kabupaten Wonorejo (Madiun).

Pusaka Tundung Madiun berhasil direbut oleh Sutowidjoyo dan melalui bujuk rayunya, Raden Ayu Retno Dumilah dipersunting oleh Sutowidjoyo dan diboyong ke istana Mataram di Plered (Jogjakarta) sebagai peringatan penguasaan Mataram atas Purabaya tersebut maka pada hari Jumat Legi tanggal 16 Nopember 1590 Masehi nama “PURABAYA” diganti menjadi “MADIUN”.

Kota Madiun merupakan pusat dari Karesidenan Madiun, yang meliputi wilayah Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Pacitan. Meski berada di wilayah Jawa Timur, secara kultural Madiun lebih dekat ke budaya Jawa Tengahan (Mataraman), karena lebih dekat secara geografis.

Pada awalnya Madiun memiliki dua wilayah, yaitu Kabupaten Madiun dan Kota Madiun, dan Pengadilan yang ada pertama kali adalah Pengadilan Negeri Madiun, namun sejak adanya pemekaran daerah di tahun 1985 wilayah hukum Pengadilan Negeri Madiun terpecah menjadi dua wilayah yaitu Pengadilan Negeri Kota Madiun yang memiliki yurisdiksi di dalam kota sedangkan Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun yang memiliki yurisdiksi daerah daerah di sekeliling kota Madiun.

Pengadilan Negeri Madiun beralamat di Jalan Raden Ajeng Kartini No. 7, Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur 63122 yang diresmikan pada tanggal 8 November 1983 oleh Direktur Jenderal Pembinaan Badan Peradilan Umum Departemen Kehakiman, H. Roesli, S.H. Pengadilan Negeri Madiun dari awal diresmikan hingga saat ini telah dipimpin oleh 21 (dua puluh satu) Ketua Pengadilan, yang urutannya sebagai berikut :

  1. H. SOEKARNO, S.H.
  2. PADMO SOERASMAN, S.H.
  3. SOEMARNO, SH.
  4. MURDIONO, SH.
  5. SARIP, SH.
  6. H. HASAN BASRIE, SH.
  7. MOHAMMAD SALEH, SH.
  8. H. AHMAD FATONI, SH.
  9. H. CHADIKUN ALI UTOMO, SH.
  10. H. SALTIAR KISAM, SH.
  11. PURNOMO RIJADI, SH.
  12. H. M. TUCHFATUL ANAM, SH.MH.
  13. SUTRIYADI YAHYA, SH.MH.
  14. BHASKARA PRABA BHARATA, SH.
  15. SUPENO, SH.M.Hum
  16. AGUS PAMBUDI, SH.
  17. Dr. AGUS RUSIANTO, S.H.MH.
  18. MOCHAMAD DJOENAIDI, SH.MH.
  19. Dr. I WAYAN GEDE RUMEGA, SH.MH.
  20. SALMAN ALFARIS, SH.

dan saat ini Pengadilan Negeri Madiun dipimpin oleh Bapak H. TEGUH HARISSA, SH.MH.

Dengan motto "PENDEKAR BERANI" Profesional, Dedikasi, Rapi, Bersih, Adil dan Inovatif Pengadilan Negeri Madiun selalu berusaha meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan kepuasan para pencari keadilan dalam rangka mewujudkan badan peradilan yang agung.

Sistem Informasi Penelusuran Perkara

SIPPAplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), merupakan aplikasi administrasi dan penyediaan informasi perkara baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.

Lebih Lanjut

Pencarian Dokumen Putusan di Direktori Putusan Mahkamah Agung

DirPutPencarian cepat Dokumen Putusan di Database Direktori Putusan Mahkamah Agung Agung Republik Indonesia

Pencarian Peraturan Perundangan, Kebijakan Peradilan dan Yurisprudensi

DJIHPencarian cepat peraturan dan kebijakan dalam Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Mahkamah Agung Republik Indonesia

 


Pelayanan Prima, Putusan Berkualitas

Dengan motto "PENDEKAR BERANI" Profesional, Dedikasi, Rapi, Bersih, Adil dan Inovatif Pengadilan Negeri Madiun selalu berusaha meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan kepuasan para pencari keadilan dalam rangka mewujudkan badan peradilan yang agung.